Sehabisshalat Isya, sahabat Anshar itu membawa tamu Rasulullah ke rumahnya. Ia lalu berkata kepada istrinya,'' Sayangku, muliakanlah tamu Rasulullah ini .". Istrinya menjawab, " Kakanda, kita tidak memiliki apa-apa selain makanan untuk anak kita yang sedang tidur .''. Sang suami kemudian menimpali, " Siapkanlah makananmu itu dan Berikutini enam rekomendasi pilihan wadah cantik untuk menjamu tamu di rumah. 1. Piring plastik atau melamin lebar . Semakin banyak pilihan motif dan warna piring plastik sebagai wadah saji. (Foto: Bukalapak) Wadah yang satu ini sangat fleksibel untuk menyajikan apa pun. Kacang, kue lapis, hingga mi goreng bisa kamu sajikan di atasnya. Kemudianbeliau perintahkan Anas bin Malik untuk bertanya kepada istri-istri beliau apakah ada makanan untuk menjamu tamu. Anas mendatangi satu per satu rumah Nabi, ternyata tidak ada makanan. Ketiga: Menyiapkan tempat istirahat dan makanan untuk mereka. Karena memuliakan tamu yang dimaksud dalam hadits ini adalah tamu dari luar kota. Hak Soloposcom, SOLO — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo, Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah hidangan tradisional dan kegemaran raja Solo untuk menjamu para delegasi dan tamu undangan Forum Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) Group of Twenty (). Keraton Solo menjadi venue Welcome Dinner G20 pada Selasa (5/7/2022) sore. . Jakarta - Umat muslim diajarkan untuk memuliakan tamu. Ketika mengundang keluarga atau kerabat maka wajib hukumnya untuk menjamu dengan makanan yang baik dan jumlahnya SAW mengajarkan untuk memuliakan tamu. Salah satu caranya yakni dengan menyediakan jamuan makanan yang layak. Menjamu tamu dengan baik juga merupakan sunnah Rasulullah SAW."Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya." HR. Bukhari Ada beberapa adab memuliakan tamu yang diajarkan dalam ajaran Islam. Beberapa diantaranya yakni menyambut tamu dengan suka cita, menghidangkan makanan yang baik, serta tidak memilih-milih tamu beberapa adab menjamu tamu dalam ajaran Islam1. Jangan hanya mengundang orang kayaSalah satu tujuan dari mengundang tamu adalah untuk mempererat silaturahmi serta tali persaudaraan. Untuk itu, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk memilih-milih saat hendak mengundang pun kondisi ekonomi kerabat, sebaiknya tidak menjadi patokan atau kriteria tamu undangan. Misalnya hanya mengundang orang kaya dan mengabaikan orang SAW bahkan pernah mengatakan bahwa makanan jamuan yang paling buruk adalah makanan yang hanya dinikmati oleh orang kaya saja tanpa orang-orang fakir."Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan." HR. Bukhari MuslimAjaran Islam Untuk Menjamu Tamu dengan Makanan yang Baik Foto Getty Images/iStockphoto/Rawpixel2. Menjamu tamu dengan niat baikSegala hal yang dilakukan akan kembali lagi kepada niatnya. Jika hendak mengundang tamu, luruskan niat untuk kegiatan baik. Misalnya mengundang tamu dengan niat menjalankan Sunnah Rasulullah tamu juga bisa diniatkan sebagai ajang untuk berbagi kebahagiaan. Jangan sampai undangan jamuan makan yang dibuat dilakukan dengan niat berbangga diri atau berfoya - Menyajikan makanan sesuai kemampuanMemang Rasulullah SAW menganjurkan untuk menghidangkan makanan yang baik untuk tamu, namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai memaksakan diri agar terlihat mewah, dan jangan pula membuat diri sendiri ini pernah dibahas dalam sebuah hadits dari Anas ra. ia menuturkan," Pada suatu ketika kami berada di sisi Umar, maka ia berkata "Kami dilarang memaksa diri membuat diri sendiri repot"HR. Bukhari Simak Video "Bikin Laper Rekomendasi Tempat Makan Steak Enak di Jakpus" [GambasVideo 20detik] Menyuguhkan makanan memiliki keutamaan yang besar, terutama bagi famili dan sahabat yang sedang bertamu. Imam Hasan bahkan mengungkapkan, setiap nafkah yang dikeluarkan oleh seorang laki-laki itu dihisab, kecuali nafkahnya kepada saudara-saudaranya dalam memberi makan. Karena, sesungguhnya, Allah SWT lebih pemurah daripada menanyakan hal itu. Para sahabat RA yang terbiasa berkumpul untuk membaca Alquran, tidak berpisah kecuali setelah menikmati hidangan. Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata, "Sungguh, aku berkumpul bersama saudara-saudaraku pada satu sha' makanan lebih aku cintai daripada aku membebaskan seorang budak." Meski demikian, Islam meng atur adab mengenai waktu masuknya makan dan tata cara menyuguhkan makanan. Tuntunan adab ini tercantum jelas pada firman Allah SWT di dalam Alquran يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya. Tetapi, jika kamu diundang, maka masuklah; dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya, yang demikian itu akan mengganggu Nabi, lalu Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar, dan Allah tidak malu menerangkan yang benar." QS al-Ahzab ayat 53. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengungkapkan, ayat ini turun pada tahun ketiga atau ke lima Hijriyah. Ayat ini pun ditafsirkan dengan hadits yang diriwayatkan dari Imam Bukhari dan bersumber dari Anas bin Malik. Sebelum turunnya ayat itu, Rasulullah SAW menikahi Zainab binti Jahsy. Beliau pun mengundang sejumlah orang, lalu men jamu mereka. Mereka pun bercakap-cakap di majelis itu. Kemudian, Nabi SAW hendak bangkit sementara ada tamu yang masih duduk-duduk saja. Melihat keadaan itu, beliau terus bangkit. Ketika beliau bangkit, sebagian orang bangkit pula, tetapi masih ada tiga orang yang tetap duduk. Nabi SAW datang dan hendak masuk ke kamar pengantin, tetapi ternyata masih ada sejumlah orang yang masih duduk dan belum pergi. Tidak lama kemudian, mereka bangkit dan pergi. Anas ibnu Malik kemudian menghadap dan menceritakan kepada Nabi SAW bahwa mereka telah pergi. Nabi SAW bangkit hendak masuk dan Anas pergi mengikutinya. Tetapi, tiba-tiba beliau menurunkan hijab antara beliau dan Anas. Kemudian, turunlah ayat tersebut. Ayat ini dimaksudkan agar seorang tamu tidak boleh me nung gu makanan untuk disiapkan dan dihidangkan. Ketika se seorang lapar lalu bermaksud mendatangi saudaranya supaya diberi makan dan tidak menunggu waktu makan saudaranya, ti dak lah mengapa. Hal ini bermakna pertolongan kepada saudara nya untuk mendapat pahala mem beri makan. Tamu dan tuan rumah juga terikat pada adab-adab menyuguhkan makanan. Tuan rumah seyogianya tidak membebani diri dan menyuguhkan apa yang ada. Al-Fudhail mengatakan, "Sesungguhnya, membuat orang kapok dengan membebankan diri ialah seseorang mengundang saudaranya lalu ia membebankan diri untuk saudaranya. Saudaranya pun kapok untuk kembali datang lagi kepadanya." Salah satu bentuk membebani diri, yakni menyuguhkan semua yang dimilikinya, sehingga keluarga kekurangan. Hati mereka pun menjadi kecewa. Sebagai ma na kisah pada masa sahabat. "Kami masuk ke rumah Jabir RA, lalu ia menyuguhkan kami roti dan cuka serta berkata, 'Seandainya kita tidak dilarang untuk me maksakan diri, tentu aku akan memaksakan diri untuk memberi suguhan yang lebih kepada kalian.'" Adab kedua, janganlah tamu mengusulkan atau menentukan sesuatu untuk hidangannya. Permintaan tamu itu bisa jadi membuat tuan rumah kesulitan untuk mengadakan hidangan itu. Jika tuan rumah menawarkan dua pilihan makanan kepadanya, hendaklah dia memilih makanan yang paling mudah di antara keduanya untuk disediakan tuan rumah. Jika ia mengetahui bahwa tuan rumah merasa gembira de ngan usulnya karena memudahkan tuan rumah, pengajuan usul tidak dimakruhkan. Berikutnya, tuan rumah boleh menyatakan keinginannya kepada saudaranya yang menjadi tamu. Dia pun bisa menanyakan kepada tamunya mengenai usul itu. Bilamana tuan rumah merasa nyaman terhadap pendapat tamu, hal tersebut dinilai baik, mengandung pahala, beserta keutamaan. Keempat, tuan rumah tidak pantas bertanya kepada tamu, "Apakah engkau mau kusuguh kan makanan?" Tetapi, seyogia nyalah ia langsung memberi suguhan jika memang memiliki makanan. Jika tidak dimakan, tuan rumah bisa mengangkatnya kembali. Dalam Saripati Ihya Ulumiddin juga dijelaskan, "Ketika seseorang masuk untuk bertamu dan tidak mendapati tuan rumah, dia boleh untuk menyantap makanan nya tanpa izin pemilik rumah. Selama, dia meyakini dan percaya dengan ikatan persahabatan antara dirinya dengan tuan rumah. Dia pun mengetahui kegembiraan tuan rumah apabila menyantap makanannya." Dikutip dari buku Saripati Ihya Ulumiddin karya Imam Al Ghazali yang disarikan Syekh Jamaluddin al-Qasimi. JAKARTA, - Saat libur tahun baru ini, mungkin kamu telah berencana untuk bertemu dengan beberapa orang terdekatmu di rumah, entah itu keluarga, atau sahabat. Saat seseorang datang ke rumahmu, kamu wajib untuk menjamunya dengan penuh kehangatan, karena tamu adalah raja. Salah satu bagian penting menjamu tamu adalah menjaga segala sesuatunya bersih dan tertata rapi dengan kamu senang akan menjamu seseorang datang ke rumah, ada beberapa tips agar kamu dapat menikmati kebersamaan dengan orang yang kamu cintai di rumahmu yang didekorasi dengan indah. Baca juga 5 Tanaman Hias Berbunga Paling Meriah untuk Dekorasi Libur Tahun Baru Dilansir dari Decortips, Jumat, 1/1/2021, berikut ini beberapa tips untuk menjamu tamu yang datang ke rumahmu agar mereka merasa nyaman dan senang saat berada di rumahmu. 1. Jaga kenyamanan dan kebersihan rumah sebelum mereka tiba Jika kamu berpikir untuk menjamu tamu di rumah, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah melihat ruangan di rumahmu. Kamu ingin memastikan semua orang merasa nyaman. Misalnya, jika meja ruang makanmu tidak muat untuk semua orang, kamu dapat mengatur sesuatu yang informal menggunakan area lain, seperti ruang tamu atau ruang keluarga. Demikian pula, sebelum tamumu datang, sebaiknya pastikan rumahmu telah dibersihkan dengan baik dan telah tertata rapi. Bersihkan juga semua permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, pegangan tangga, dan sakelar lampu. Baca juga 10 Tips Dekorasi Rumah yang Ramah untuk Kucing Peliharaan Hal ini memastikan rumahmu betul-betul bersih sebelum pengunjungmu tiba, sehingga nantinya mendapat kesan yang positif dari tamumu. 2. Tidak membiarkan beberapa barang tamu masuk ke dalam rumah Langkah pertama untuk menjaga rumahmu bersih adalah tidak membiarkan alas kaki yang mereka kenakan masuk ke dalam rumah. Untuk melakukan ini, kamu hanya perlu meminta semua orang melepas sepatu mereka. Siapkan area untuk meninggalkan sepatu dan kamu bahkan dapat menawarkan sandal bersih kepada tamu untuk membuatnya lebih nyaman. Undang tamu untuk meninggalkan mantel dan tas mereka di pintu masuk. Ini mencegah bau apa pun masuk ke dalam rumah. Misalnya, mantel perokok sering kali berbau asap. SHUTTERSTOCK/Maridav Ilustrasi cuci tangan, salah satu penerapan 3M, sangat penting dalam mencegah potensi penularan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Studi peneliti Jepang menemukan virus SARS-CoV-2 dapat bertahan di kulit manusia selama 9 jam. 3. Perhatikan tempat cuci tangan Agar tamumu bisa mencuci tangan saat tiba di rumah demi protokol kesehatan, ada baiknya menyiapkan kamar mandi atau wastafel di dapur bersih. Pastikan juga kondisi 2 tempat itu bersih dan bebas bau. Saat tamumu ingin mencuci tangan, jelas mereka membutuhkan sabun cuci tangan. Jadi, penting untuk memiliki sabun cair dan juga menyenangkan untuk memiliki krim tangan untuk menambahkan tanaman, lukisan dekoratif, atau lilin aromatherapy di kamar mandi maupun tempat wastafel cuci tangan. Baca juga Simak, Cara Membersihkan Berbagai Jenis Permukaan Lantai Jika kamu ingin lebih higienis, siapkan handuk kertas untuk mengeringkan tangan. Kamu juga harus memiliki tempat sampah terbuka dengan pedal. Selain itu, jangan lupakan anak-anak kecil. Letakkan bangku kecil sehingga mereka dapat mengakses wastafel dengan nyaman untuk cuci tangan. 4. Ruang tamu yang sempurna untuk hiburan Kemungkinan besar, ruang tamu akan menjadi titik sentral bagi semua orang, sebelum, selama, atau setelah makan, sehingga tamumu harus merasa nyaman. Anda bisa mempercantik area ruang tamu dengan meletakkan kursi, bangku, atau pouf di sekitar sofa agar acara berkumpul lebih nyaman. Kemudian, selain memastikan bahwa setiap orang memiliki cukup ruang, kamu juga akan menciptakan alur percakapan yang baik. Terakhir, pertimbangkan untuk menutupi sofa dengan kain untuk membantu membersihkan setelah tamumu selesai berkunjung. Baca juga 5 Trik Membuat Ruang Tamu Sempit Jadi Luas Kemudian, kamu hanya perlu melepasnya dan mencucinya. Ingat, ini masih pandemi. Juga, ketika semua orang pergi, jangan lupa untuk menyemprot disinfektan. 5. Ruang makan Saat menyajikan makanan, penting untuk memastikan bahwa setiap tamu memiliki alat makan, serbet, gelas, dan piring sendiri. Kamu tentu tidak ingin ini tercampur. Salah satu cara yang menyenangkan untuk melakukannya adalah dengan menggunakan warna atau pola yang berbeda untuk setiap orang. 6. Menjamu di rumah tanpa stres Dengan aturan sederhana ini, kamu dapat menjamu tamu di rumah tanpa mengorbankan kebersihan. Ini juga memudahkan rumahmu tetap bisa terlihat bersih dan rapi sesudahnya. Baca juga 15 Tren Dekorasi Rumah yang Diprediksi Populer pada 2021, Apa Saja? Ingatlah selalu bahwa rumahmu harus dalam keadaan rapi saat tamu datang, tetapi tidak boleh menjadi bencana saat mereka pergi. Idenya adalah untuk mengatur segalanya agar kamu dapat memelihara rumahmu dengan cara yang sederhana, dengan atau tanpa tamu. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Saat kedatangan tamu, tuan rumah wajib memperlakukannya dengan baik. Contohnya, menyambut dengan ramah, menyiapkan tempat duduk, hingga menyajikan tentang makanan, ada beragam jenis makanan yang bisa disajikan untuk tamu. Makanan ringan adalah pilihan yang cocok karena porsinya kecil, tapi sifatnya dapat mengganjal perut. Berikut beberapa jenis makanan ringan yang cocok kamu hidangkan saat kedatangan tamu di rumah. Scroll ke bawah, yuk!1. Kue bolu yang hanya berbahan dasar tepung terigu, gula, dan telur sangat cocok kamu sajikan bersama minuman hangatpotret kue bolu 2. Jajanan khas Indonesia ini berisi bihun, sayuran, dan telur. Sebelum disajikan, pastel harus digoreng terlebih dahulupotret pastel 3. Sifatnya yang tahan hingga beberapa bulan membuat cookies atau kue kering sering disajikan di meja ruang tamu potret cookies 4. Meskipun bakwan adalah makanan sederhana, namun para tamu pasti sangat menikmati camilan rumahan yang satu inipotret bakwan 5. Kamu bisa sajikan puding dalam keadaan dingin saat ada tamu di siang hari. Dijamin menyegarkan!potret puding Baca Juga 5 Fakta tentang Churros, Makanan Ringan Favorit Sejuta Umat 6. Cupcake dengan beragam jenis warna dan topping sudah pasti menjadi incaran tamu anak-anak, nih!potret cupcake Kroket adalah hidangan ala rumahan yang biasanya berisi ayam, daging sapi, keju, atau sayuran seperti kentang dan wortelpotret kroket 8. Dari namanya tentu kamu sudah tahu kalau cheesecake berbahan dasar keju. Teksturnya sangat lembut dengan cita rasa manis asinpotret cheesecake Siapa sih yang tidak suka donat? Dessert yang satu ini umumnya dihiasi dengan beragam jenis topping yang menarikpotret donat Makanan lezat dengan cara pembuatan yang mudah. Sudah tidak diragukan lagi kalau risoles menjadi hidangan favorit orang Indonesiapotret risoles Beberapa jenis makanan ringan di atas dipilih karena bisa dinikmati siapa saja dan termasuk jarang ada orang yang tidak menyukainya. Cocok menjadi referensi kamu saat akan menjamu tamu di rumah. Makanan ringan yang mana jadi favoritmu? Baca Juga 7 Makanan Ringan yang Bikin Kenyang Tahan Lama, Pas untuk Sahur IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

makanan untuk menjamu tamu